Kamis, 04 Desember 2014

Metode Penelitian #3

Metode Penelitian Pertemuan 3

"Penelitian Terhadap Perilaku Konsumen dalam Memilih Kendaraan Bermotor"

1. Menetukan Data
    Penggunaaan data adalah berbentuk data nominal yaitu data yang merupakan data angka-angka. Data yang dikumpulkan berupa jawaban responden di bekasi. 

2. Jumlah Sampel
    Sampel yang digunakan adalah berjumlah 20 orang responden yang menggunakan sepeda motor.

3. Populasi
    Populasinya adalah orang yang menggunakan sepeda motor berdasarkan usia tertentu.

4. Metode Pengambilan Data
    pengambilan data dilakukan dengan memberikan pertanyaan kuesioner kepada responden lalu dianalisis dari hasil keseluruhan jawaban responden.

5. Kuisioner
    Kuisioner adalah metode pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi pertanyaan kepada responden. Skala yang digunakan adalah skala thurstone. Skala thurstone adalah skala penelitian yang menyajikan pertanyaan berbeda kemudian responden diminta memilih pertanyaan yang disetujui. Setiap item pada skala thurstone memiliki hubungan satu sama lain dan memiliki nilai atau bobot tertentu namun responden tidak mengetahuinya. Berikut adalah pertanyaan kuisionerya.

Merk Kendaraan
Design
(MOGE,
FIGHTER
,MATIC
,BEBEK)
MESIN
HARGA BELI
HARGA JUAL
TINGKAT KEPUASAN
TINGKAT KE TIDAK PUASAN
Honda
35%
80 %
55 %
70 %
70 %
30 %
Yamaha
55%
15 %
75 %
40 %
55%
45 %
Kawasaki
55%
35 %
45%
60%
80%
20 %
Suzuki
10%
10%
25%
10%
15%
85 %

Bapak Ibu Yth,Terima  kasih berkenan  menjadi  responden kami. Mohon Bapak/Ibu menuliskan identitas dan jawaban secara lengkap dan benar dengan cara di (X) atau (√).
A.  Identitas Responden     :
Nama              :
Umur              :
Jenis kelamin           :
Pekerjaan         :
B.   Pertanyaan             :
1.  Apakah Merk Kendaraan(Motor) yang saat ini anda miliki ?
A.  Yamaha
B.  Honda
C.  Kawasaki
D.  Suzuki
2.  Sebelumnya anda pernah menggunakan kendaraan(Motor) merk apa ?
A.  Yamaha
B.  Honda
C.  Kawasaki
D.  Suzuki
3.  Sudah berapa lama anda menggunakan kendaraan(Motor) ini ?
A.  1-2 thn.
B.  2-3 thn.
C.  3-4 thn.
D.  5-6 thn.
4.  Motor Type apa yang anda miliki saat ini ?
A.  Matic
B.  Bebek
C.  Fighter
D.  Moge
5.  Apakah ada kendaraan(Motor) lain, jika ada merk apa ? dan jika tidak ada abaikan pertanyaan ini ?
A.  Yamaha
B.  Honda
C.  Kawasaki
D.  Suzuki
6.  Menurut anda motor apa yang lebih unggul dalam segi design, mesin, dan harga ( Jawaban boleh lebih dari satu )?
A.  Yamaha
B.  Honda
C.  Kawasaki
D.  Suzuki
7.  Berapa Penghasilan anda selama sebulan ini ?
A.  1-2  juta.
B.  2-3  juta.
C.  4-5  juta.
D.  5-20 juta.
8.  Apa Alasan anda memilih Merk Tersebut ?
A.  Produknya berkualitas dan Harga jual yang tinggi.
B.  Sudah paham kelebihan dan kekurangan produk tersebut.
C.  Harga Ekonomis.
D.  Hanya mengikuti trend saja.
9.  Apa yang anda cari jika sedang memilih kendaraan ?
A.  Desain yang bagus tapi mesin standart harga ekonomis.
B.  Desain yang biasa saja tapi mesin Berkelas dan harga tinggi.
C.  Desain biasa saja, mesin berkualitas harga ekonomis.
D.  Desain dan Mesin biasa saja harga ekonomis.
10.Bagaimana dengan harga beli kendaraan yang anda miliki saat ini ?
A.  Cukup Mahal
B.  Sangat Mahal
C.  Standar
D.  Cukup Terjangkau
11.Apakah dengan harga tersebut, sesuai dengan  kendaraan yang anda miliki ?
A.  Cukup sesuai dan puas
B.  Sesuai dan puas
C.  Tidak Puas dan sesuai
D.  Kecewa



Kamis, 13 November 2014

PERUMUSAN HIPOTESIS

A. FORMAT HIPOTESIS

Hipotesis atau hipotesa merupakan jawaban sementara yang masih praduga untuk suatu masalah. Dalam hal ini untuk membuktikan keberaran hipotesa, maka perlu dilakukan sebuah penelitian lebih lanjut. Dalam membuat hipotesa yang baik diperlukan beberapa rumusan kriteria yang diantaranya berupa:
-    Pernyataan yang mengarah pada tujuan penelitian
-    Penyataan yang dirumuskan dengan tujuan unutk diuji secara empiris.
-    Berupa pernyataan yang dikembangkan berdasarkan teori-teori yang kuat                                dibandingkan dengan hipotesa rivalnya.

Dalam membuat hipotesa, juga diperlukan format yang baik, diantaranya adalah tentang pernyataan "jika-maka", hipotesis nol dan alternatif, serta hipotesa directional dan non directional.

Contoh Hipotesis Penelitian

Dari ketiga format hipotesa yang baik dan terdiri dari 3 bagian penting diatas, maka akan didapatkan
contoh hipotesa penelitian sebagai berikut:

1. Pernyataan "Jika-Maka"
Contoh:
Jika pegawai mengalami tekanan dalam bekerja yang lebih rendah, maka mereka akan memperoleh kepuasan kerja yang lebih tinggi.

2. Hipotesis Non dan Alternatif
Contoh:
H0 = Tidak ada pengaruh signifikan kenaikan gaji terhadap kinerja pegawai
Ha = Ada pengaruh signifikan kenaikan gaji terhadap kinerja pegawai

3. Hipotesa Directional dan Nondirectional
Contoh:
Ada hubungan langsung variabel gaya kepemimpinan dengan ketidakpastian lingkungan bisnis.

B. RANCANGAN PENELITIAN

1. Tujuan Penelitian
Tujuan dari dilakukannya penelitian yaitu hasil akhir dari penelitian itu sendiri. Jadi fungsinya di samping untuk mengatur proses penelitian melainkan juga bisa dijadikan ukuran keberhasilan suatu penelitian. Tujuan ini dinyatakan berupa pertanyaan ataupun hipotesis.

2. Unit Analisis
Individual. Misalnya ingin mengetahui kepuasan pegawai, maka unit analisisnya adalah individu-individu pegawai.
Kelompok. Misalnya ingin mengetahui kinerja antar departemen atau gugus kendali mutu, maka unit analisisnya adalah kelompok.
Organisasi. Misalnya ingin mengukur kualitas pelayanan kantor X, maka unit analisisnya adalah organisasi.
Benda. Misalnya menilai kualitas susu bubuk untuk bayi, maka unit analisis- nya adalah produk, berupa susu bayi.

3. Dimensi Waktu
Ada dua penelitan yang di kelompokkan berdasarkan dimensi waktu yaitu Cross-Sectional dan penelitian Longitudinal. Penelitian Longitudinal (Longitudinal Research) adalah salah satu jenis peneltian sosial yang membandingkan perubahan subjek penelitian setelah periode waktu tertentu. Penelitian jenis ini sengaja digunakan untuk penelitian jangka panjang, karena memakan waktu yang lama.
Menurut Syukur Kholil Penelitian longitudinal adalah jenis penelitian dan bertujuan untuk mengukur pendapat, sikap atau perilaku sekelompok masyarakat dari waktu ke waktu. Dalam penelitian longitudinal, data dikumpulkan sekurang-kurangnya dua kali, atau dipandang setara dengan dua kali mengumpulkan data. Karena itu, waktu amat penting dalam penelitian longitudinal.

4. Desain Sample
Sampel adalah bagian dari populasi yang dipilih dengan teknik sampling tertentu untuk bisa mewakili atau memenuhi populasi (Nursalam, 2001). Teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan purposive sampel yaitu dalam memilih sampel dari populasi dilakukan secara tidak acak dan didasarkan dalam suatu pertimbangan tertentu yang dibuat oleh peneliti sendiri berdasarkan ciri atau sifat populasi yang sudah diketahui sebelumnya (Maleong, 2004).  Penelitian kualitatif tidak mempersoalkan jumlah sampel, informan bisa sedikit atau banyak tergantung dari tepat atu tidaknya pemilihan informan kunci dan kompleksitas serta keragaman fenomena yang diteliti. Dalam mengumpulkan data, jumlah sampel yang digunakan sebanyak 4 informan dengan memperhatikan kecakupan data dan disesuaikan dengan kemampuan peneliti (Maleong, 2004). Saat mengumpulkan data, peneliti tetap mengoptimalkan informan sebagai obyek penelitian untuk menggali data sampai terjadi saturasi. Penelitian ini kriteria sampel meliputi kriteria inklusi dan kriteria eksklusi, dimana kriteria tersebut menetukan dapat atau tidaknya sampel digunakan. 

5. Metode Pengumpulan Data
Kita mengenal beberapa teknik pengumpulan data, yaitu wawancara, kuesioner, observasi, dan studi dokumentasi. Sebuah penelitian bisa hanya menggantungkan pada satu cara pengumpulan data, tetapi bisa juga mengkombinasikannya. Misalnya, untuk mencari data dari variable motivasi kerja menggunakan kuesioner, sedangkan untuk mencari data pendapatan, gaji, atau upah, menggunakan teknik observasi.

Kamis, 23 Oktober 2014

METODE PENELITIAN #1

BAB I
PENDAHULUAN


       Latar Belakang
Operator merupakan salah satu faktor sumber daya dalam kegiatan produksi di perusahaan atau pabrik. Operator tersebut melakukan aktivitas-aktivitas atau pekerjaan tertentu yang bertujuan untuk memenuhi kelangsungan atau kebutuhan hidupnya. Aktivitas atau pekerjaan yang dilakukan membutuhkan energi. Energi yang dikeluarkan secara terus menerus akan menimbulkan beban kerja terhadap operator dan dapat menimbulkan kelelahan terhadap aktivitas yang dilakukan tersebut. Kelelahan akan berakibat pada menurunnya produktivitas kerja operator. Berdasarkan masalah tersebut, diperlukan suatu metode untuk mengukur konsumsi energi dan konsumsi oksigen diakibatkan oleh beban kerja dari aktivitas yang dilakukan oleh operator yaitu dengan metode faal kerja atau pengukuran kinerja fisiologi.
Metode pengukuran kinerja fisiologi merupakan metode yang digunakan untuk mengetahui besar atau kecilnya energi dan oksigen yang dikeluarkan pada saat bekerja berdasarkan denyut jantung dari operator tersebut. Operator membutuhkan waktu recovery untuk mengembalikan energi yang hilang pada saat bekerja. Energi yang cukup dapat membuat pekerjaan lebih cepat, efektif dan efisien.
Pengaplikasian pengukuran kinerja fisiologi dalam laporan akhir yaitu melakukan pengukuran tentang kondisi fisik manusia dengan melakukan percobaan pada aktivitas kerja statis mengangkat dan menahan dumbbell 1 dengan beban 1 kg, 2 kg, dan 3 kg. Pengukuran pada dumbbell 1 dilakukan karena kerja statis tidak memerlukan banyak gerakan, tidak memerlukan waktu yang lama, dan tidak terlalu sulit dalam pengukurannya. Harapan kedepannya melalui pengukuran kinerja fisiologi yaitu kelelahan terhadap aktivitas kerja dapat diminimalisir dan produktivitas kerja meningkat.

       Perumusan Masalah
            Perumusan masalah dibuat untuk merumuskan masalah yang terdapat dalam penulisan laporan akhir. Perumusan masalah yang ada adalah bagaimana mengukur kinerja fisiologi berdasarkan kecepatan denyut jantung, konsumsi energi, konsumsi oksigen saat beraktivitas kerja statis pada dumbbell 1 dan perbandingan antara waktu yang diperlukan untuk istirahat secara teoritis dan secara percobaan yaitu mengangkat dumbbell 1.

       Pembatasan Masalah
            Pembatasan masalah dilakukan agar pembahasan yang ada pada penulisan laporan akhir tidak menyimpang dan tidak keluar dari pokok pembahasan. Berikut ini akan dijabarkan pembatasan masalah dalam pembuatan laporan akhir:
1.        Pengamatan data hanya dilakukan di laboratorium teknik industri ruang J1112 pada hari rabu tanggal 12 maret 2014 pukul 13.30 s.d 15.30 WIB.
2.        Jenis pekerjaan yang dilakukan hanya kerja statis pada dumbbell 1.
3.        Pengambilan data hanya dilakukan satu orang operator berjenis kelamin laki-laki yang berfungsi sebagai timer dan pencatat waktu.
4.        Beban dumbbell 1 yang digunakan hanya beban 1 kg, 2 kg, dan 3 kg.
5.        Aktifitas yang dilakukan yaitu mengangkat dumbbell  1 pada masing-masing berat beban hanya menggunakan tangan dan kaki.
6.        Alat bantu yang digunakan hanya pulsemeter, stopwatch, dan thermometer.
7.        Denyut jantung awal untuk setiap aktivitas hanya sekitar 80-85 denyut/menit.
8.        Data yang diambil saat pengamatan hanya kecepatan denyut jantung awal, denyut jantung setiap melakukan aktifitas, suhu awal, dan suhu akhir.

       Tujuan Penulisan
            Tujuan penulisan dibuat untuk mengetahui tujuan dari penulisan laporan akhir. Berikut ini merupakan tujuan penulisan laporan akhir:
1.        Mengetahui kecepatan rata-rata denyut jantung operator kerja statis pada dumbbell 1.
2.        Mengetahui perubahan temperatur tubuh operator kerja statis pada dumbbell 1.
3.        Mengetahui konsumsi oksigen dan energi yang diperlukan operator kerja statis pada dumbbell 1.
4.        Mengetahui perbandingan waktu recovery teoritis dengan waktu recovery percobaan kerja statis pada dumbbell 1.

ABDUL AZIS
30412011
3ID07

Rabu, 25 Juni 2014

UNDANG-UNDANG PERINDUSTRIAN

Undang-undang Perindustrian

Menurut Menperin, UU Perindustrian yang baru menggantikan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1984 tentang Perindustrian yang telah berusia 30 tahun. Perubahan ini dilakukan dalam rangka memperbarui dan mengawal pertumbuhan industri, serta mengantisipasi perubahan lingkungan strategis, baik yang bersifat internal maupun eksternal. Perubahan internal yang sangat berpengaruh adalah dengan diberlakukan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, sedangkan perubahan eksternal yang berpengaruh terhadap pembangunan Industri antara lain diratifikasinya berbagai perjanjian internasional yang bersifat bilateral, regional, dan multilateral.

          UU Perindustrian baru tersebut mengatur rencana induk pembangunan industri nasional yang dibuat dalam jangka waktu 20 tahun. Menperin memastikan semua program penting dan strategis, seperti hilirisasi industri, penggunaan produk dalam negeri, industri strategis, industri hijau, serta rencana induk pengembangan dan pembangunan industri dikawal dengan Undang-Undang ini.Undang-undang tersebut juga memproteksi peningkatan penggunaan produk dalam negeri dan industri kecil menengah.

Pengaplikasian
IZIN USAHA INDUSTRI
Pasal 13
1.      Setiap pendirian perusahaan industri baru maupun setiap
perluasannya wajib memperoleh Izin Usaha Industri.
2.      Pemberian Izin Usaha Industri terkait dengan pengaturan, pembinaan,
dan pengembangan industri.
3.      Kewajiban memperoleh Izin Usaha lndustri dapat dikecualikan bagi
jenis industri tertentu dalam kelompok industri kecil.
4.      Ketentuan mengenai perizinan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1)
dan ayat (3) diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah.
 
Berikut dibawah ini contoh kasus dari undang-undang perindustrian
Suatu perizinan dilakukan tidak hanya dalam mendirikan usaha saja, namun banyak konsekuensi dari usaha tersebut yang juga memerlukan perizinan. Misalnya saja izin keramaian untuk bisnis restoran, izin pasang nama dan lainnya. Yang menjadi dasar aturan tersebut adalah Inpres No.5 Tahun 1984 Tanggal 11 April 1984 tentang Pedoman Penyelenggaraan dan Pengendalian Perizinan di Bidang Usaha. Aturan izin usaha dibuat agar pelaksanaan dalam setiap pendirian usaha dapat berjalan dengan baik, terstruktur dengan tata cara hukum yang berlaku, dan dapat dipertanggungjawabkan legalitasnya.
Izin Usaha Tetap (IUT) adalah izin yang dikeluarkan oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) atau Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) untuk perusahaan (badan usaha PT) yang didirikan dalam rangka Penanaman Modal Asing (PMA) atau Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).
Berdasarkan dari kasus diatas dapat dianalisis bahwa Dilihat dari kasus ini, perizinan usaha dapat jelas diterapkan dari pasal yang ada seperti Setiap pendirian perusahaan industri baru maupun setiap perluasannya wajib memperoleh Izin Usaha Industri. Pemberian Izin Usaha Industri terkait dengan pengaturan, pembinaan, dan pengembangan industri. Kewajiban memperoleh Izin Usaha lndustri dapat dikecualikan bagi jenis industri tertentu dalam kelompok industri kecil. Ketentuan mengenai perizinan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (3) diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah.
Izin usaha penting diperlukan untuk mendukung operasionalnya suatu usaha, baik usaha perseorangan, usaha kecil dan menengah (UKM) atau usaha berskala besar.  Mempunyai izin usaha sama dengan memiliki identitas dari usaha Anda, sehingga usaha yang dijalankan adalah legal atau sah karena mendapatkan lisensi atau izin dari instansi pemerintah yang berwenang. Salah satu izin usaha tersebut adalah izin usaha tetap. tentu saja dalam fungsi dari melakukan izin mendirikan suatu usaha ini juga sangatlah bermanfaat, dimana tentu saja usaha yang dijalankan menjadi resmi dan sah sehingga tidak akan menyebabkan penggusuran ataupun hal lain yang negatif terjadi karena kita mempunyai dasar perizinan yang kuat. 

Wilayah industri
Wilayah pusat pertumbuhan industri.
Dalam hal pusat dari wilayah industri merupakan suatu tempat yang merupakan sentral dari kegiatan pembangunan industri dan produksi industri. Dalam hal ini diatur oleh pemerintah (pasal 20 dalam uu ini).
Industri Dalam hubungannya Dengan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup
Diatur dalam pasal 21 uu no.5 tahun 1984 dimana perusahan industri di wajibkan:
a. Melaksanakan upaya keseimbangan dan kelestarian sumber daya alam serta pencegahan kerusakan terhadap lingkungan.
b. Pemerintah wajib membuat suatu peraturan dan pembinaan berupa bimbingan dan penyuluhan mengenai pelaksanaan pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh proses industri.
c. Kewajiban ini dikecualikan bagi para industri kecil.
Penyerahan Kewenangan dan Urusan Tentang Industri
Penyerahan kewenangan tentang pengaturan, pembinaan, dan pengembangan terhadap industri diatur oleh peraturan pemerintah. Dimana hal ini penting guna menghindarkan duplikasi kewenangan peraturan, pembinaan, dan pengembangan usaha industri di antara instansi pemerintah (terkait dalam pasal 22 uu no.5 tahun1984).
Ketentuan pidana
Dalam hal ketentuan hukum pidana telah diatur oleh undanng-undang no 5 tahun 1984 dimana bentuk sangsi berupa pidana kurungan dan pencabutan hak izin usaha. Selain itu juga diatur dalam undang-undang lain yang tidak bertentangan dengan uu no.5 tahun 1984.